Pulanglah!

Pukul 4 sore, di dalam biliknya atap ijuk
Selintas saja wangi penggugah selera, nikmat pisang goreng.
Kau tergopoh-gopoh, lambat jalan, mulut terkatup
Di ujung peron, lemah lakumu di balik dunia gendeng
Hampirilah itu Ibu Tua!
Kau hilang segala bebanmu
Terbantulah si Ibu,
Untuk Irna yang meminum susu

Nanda, pulanglah!
Waktumu t’lah larut malam; mencekam teriring tangis
Tak akan hilang heroikmu hanya karena himpitan sejarah
Biarkan serabut-serabut sesal terkubur bersama amarah
Dukamu, laramu, tangismu mengekor sejajar alur rel kereta
Segera satir menghilang luka
Terpanjatkanlah doa, mulut kecil seakan merapal mantra
Hilanglah kau punya kecemasan, binasa membumi rata.
………………………

Pulanglah! Pulanglah! Dengan sejuta cerita.

Purwokerto, 11 Oktober
12.28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *